Jalan Terendam Banjir, Polisi dan KPBD Gendong Siswa SD Menyeberang Arus Deras

RENGAT-Akses jalan penghubung antara Desa Rantau Mepasai dengan Pulau Gajah terendam banjir. Ketinggian air yang merendam jalan poros Desa Rantau Mepasai itu mencapai setinggi lutut orang dewasa. 

Kondisi arus deras air membuat jalan itu sulit untuk dilalui. Sehingga petugas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kab.Inhu harus membuat seling baja untuk dijadikan pegangan bagi penyebarang jalan. Meski begitu, jalan itu hanya bisa dilalui oleh orang dewasa. Untuk anak-anak harus didampingi oleh petugas yang ada di lokasi agar bisa menyebrangi jalan tersebut.

Bhabinkamtibmas Desa Rantau Mepasai, Brigadir Masrizal bersama-sama dengan petugas KPBD Inhu membantu warga untuk menyebrangi jalan tersebut. Bahkan dirinya tak segan menggendong anak-anak sekolah yang hendak menyebrang. "Kebetulan anak-anak sekolah itu mau pulang dari sekolah, ada yang dijemput orangtuanya ada yang pulang sendirian. Karena arusnya deras jadi tidak bisa dilalui oleh semua anak sekolah itu, ya saya inisiatif menggendong," katanya. 

Brigadir Masrizal berkata jalan itu merupakan akses utama, sehingga banyak warga yang mengantri untuk bisa melintasi jalan tersebut. Akibatnya petugas harus bergerak cepat untuk menyebrangkan anak-anak sekolah tersebut. 

Brigadir Masrizal berkata debit air sungai terus meningkat selama beberapa hari ini. Dampaknya wilayah mereka yang termasuk daerah rawa menjadi salah satu daerah yang terkena dampak peningkatan debit air sungai itu. "Ada 10 KK di Desa Rantau Mepasai yang terendam rumahnya," kata Brigadir Masrizal. 

Meski begitu tidak ada sekolah yang terendam banjir, sehingga anak-anak tersebut masih bisa sekolah.(02)