1100 Ternak Sapi di Inhu Sudah Diasuransikan

RENGAT - Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Paino mengklaim saat ini terdapat 1100 ternak sapi di Kabupaten Inhu yang mendapat asuransi dari Jasindo. Paino menyebutkan asuransi itu dilakukan guna menghindari kerugian pada peternak sapi apabila sapi tersebut mati karena sakit.

"Guna menghindari kerugian para peternak sapi di Kabupaten Inhu, kita mengasuransikan ternak sapi tersebut," kata Paino. Paino melanjutkan untuk pembayaran premi asuransi dilakukan dengan dana yang bersumber dari bantuan pemerintah baik kabupaten maupun provinsi. Per tahunnya, cukup membayarkan Rp 40 ribu. 

Namun pembayaran klaim asuransi hanya bisa dilakukan apabila sapi tersebut mati karena sakit. "Jadi apabila sapi tersebut mengalami mati dan meninggal akan dibayarkan kepada peternak sebesar Rp 10 juta,  namun untuk membuktikannya, dokter hewan akan melakukan otopsi terhadap hewan ternak tersebut," katanya.

Selain ternak sapi, Distankan Inhu juga mengasuransikan nelayan dan juga lahan persawahan yang ada di Kabupaten Inhu bekerjasama dengan perusahaan asuransi Jasindo. 

Namun menurut Paino, asuransi terhadap lahan persawahan membutuhkan proses yang panjang. Sehingga sejumlah lahan persawahan yang gagal panen karena terdampak banjir satu bulan lalu tidak bisa digantikan karena tidak sempat dimasukan dalam asuransi. 

Meski begitu, Distankan Inhu tetap berupaya agar lahan persawahan itu bisa mendapat pengganti benih. "Ada 315 hektar yang terdampak banjir kemarin akan kita bantu," kata Paino. Penggantian benih itu dilakukan dengan berkoordinasi dengan balai benih nasional. 

Paino berkata pihaknya tetap berupaya memberikan semangat kepada para petani agar bisa panen setidaknya dua kali dalam setahun. Tujuannya agar bisa menopang setidaknya 50 sampai 60 persen kebutuhan pangan Inhu.